Ia melanjutkan, berdasarkan hasil sementara penelitian yang telah dilakukan sejak Juni lalu, terdapat potensi dampak terhadap keberadaan dan kekhasan rokok kretek Nusantara apabila regulasi tersebut diterapkan.
Hal itu tidak terlepas dari karakteristik rokok kretek Indonesia yang menggunakan racikan tembakau dan cengkeh. Indonesia sendiri dikenal sebagai negara dengan tradisi produksi rokok kretek yang menjadi bagian dari sejarah dan budaya pertembakauan nasional.
“Dari hasil penelitian sementara kami sebagai periset, yang akan terdampak langsung dari kebijakan tersebut adalah potensi hilangnya rokok kretek yang telah menjadi warisan khas Nusantara,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan menyambut baik kunjungan dan survei yang dilakukan BRIN. Menurutnya, penelitian tersebut penting karena berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah pusat mengenai Industri Hasil Tembakau (IHT), khususnya wacana pembatasan kadar tar dan nikotin.
Agus berharap hasil penelitian BRIN dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai kondisi di lapangan serta dampak yang berpotensi muncul apabila regulasi tersebut diberlakukan.
Penulis : Gujjihh
Editor : Luthfi
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







