Kondisi tersebut turut dirasakan peternak Ahmad Husen dari Desa Greges, Kecamatan Tembarak. Produksi telurnya mencapai sekitar 20 peti dengan berat tiap peti 10 kilogram, namun pasar hanya menyerap sekitar 15 kuintal.
“Kami terpaksa menjual telur yang baru diproduksi lebih dulu agar kualitas tetap terjaga,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Buyung berharap pemerintah segera meningkatkan penyerapan telur melalui berbagai program bantuan sosial dan penanganan stunting.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga meminta pemerintah mempercepat distribusi jagung bersubsidi serta mempermudah pasokan bahan baku pakan agar harga telur kembali berada di atas biaya produksi.
Penulis : A. Nandar
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: Pemkab Temanggung
Halaman : 1 2











