30 Okt 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

30 Okt 2026

Biaya Pemulangan Ditanggung Pemkab, Tiga Korban Kecelakaan Berau Dimakamkan di Campursalam

- Penulis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMANGGUNG – Suasana duka menyelimuti Desa Campursalam, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Minggu (16/8) malam. Tangis keluarga dan warga pecah saat tiga peti jenazah korban kecelakaan maut di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tiba di rumah duka.

Ketiga korban yakni Slamet Riyanto, Wijiyanto, dan Faozan Ridlo. Ketiganya diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dan berangkat bersama menuju Kalimantan dengan niat mencari pekerjaan.

Namun, perjalanan untuk mengubah nasib keluarga itu berakhir tragis. Ketiganya meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di wilayah Kabupaten Berau pada Jumat (14/8).

Sebelum dipulangkan, jenazah ketiganya sempat disemayamkan di RSUD Abdul Rivai Berau. Persoalan biaya menjadi kendala bagi keluarga untuk membawa jenazah kembali ke kampung halaman.

Kondisi tersebut akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Temanggung. Pemkab Temanggung bersama Pemerintah Desa Campursalam membantu menanggung biaya pemulangan ketiga jenazah yang nilainya mencapai lebih dari Rp100 juta.

Berkat bantuan tersebut, ketiga jenazah akhirnya dapat diterbangkan dan dibawa kembali ke rumah duka di Campursalam.

Baca Juga:  Demo PMII Temanggung Berlangsung Adem, Bupati Agus Gondrong Nyanyi "Darah Juang" Bersama Mahasiswa

Setibanya di kampung halaman, ketiga jenazah langsung disholatkan sebelum kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, turut hadir di rumah duka. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang ikut membantu proses pemulangan.

“Semoga almarhum meninggal dalam keadaan syahid karena tengah berjuang untuk menafkahi keluarga. Semoga segenap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ungkapnya.

Kapela Desa Campursalam, Hanif Ra’is, mengatakan ketiga korban memilih merantau karena dorongan kebutuhan ekonomi. Mereka baru berangkat menuju perantauan sekitar satu pekan sebelum kecelakaan terjadi.

Menurutnya, ketiga korban meninggalkan keluarga dengan anak-anak yang masih membutuhkan perhatian dan pendidikan.

“Mereka meninggalkan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah, baik SD maupun SMP. Bahkan, korban Faozan meninggalkan balita yang masih berusia satu tahun,” tuturnya.

Hanif menambahkan, proses pemulangan sempat menghadapi kendala lantaran biaya yang cukup besar. Pemerintah desa mengaku tidak mampu menanggung seluruh kebutuhan tersebut hingga akhirnya meminta bantuan kepada Pemkab Temanggung.

Baca Juga:  Bupati Temanggung Dorong BUMD Tingkatkan Kinerja dan Kontribusi PAD

“Pemdes tidak dapat memenuhi seluruh biaya pemulangan jenazah, tetapi setelah kami meminta tolong Pak Bupati, alhamdulillah jenazah korban akhirnya dapat dibawa pulang,” ujarnya.

Sementara itu, Darus Ta’adi, tetangga korban, menyebut ketiganya baru pertama kali merantau ke Pulau Kalimantan. Mereka berencana bekerja di sebuah proyek penambangan di wilayah Kalimantan Utara.

Rencana tersebut muncul setelah sebelumnya terdapat dua warga dari lingkungan sekitar yang telah lebih dahulu bekerja di lokasi yang sama.

Di mata warga, ketiga korban dikenal sebagai sosok pekerja keras dan mudah bergaul. Kepergian mereka ke perantauan semula diharapkan menjadi jalan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Namun, takdir berkata lain. Niat mencari penghidupan justru berakhir dengan kepulangan dalam peti jenazah.

Kini, keluarga dan warga Campursalam hanya dapat mengiringi kepergian ketiganya dengan doa, sekaligus mengenang perjuangan mereka sebagai tulang punggung keluarga yang pergi merantau demi masa depan orang-orang tercinta.

Penulis : Gujjiih

Editor : Luthfi

Follow WhatsApp Channel temanggung.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Buka Muskab PMI Temanggung, Bupati Apresiasi Kolaborasi Penanganan Bencana
H-1 Pencoblosan Pilkades Tinjau TPS, Bupati Temanggung Wajibkan Panitia Netral
Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Bupati Temanggung Ajak Pemuda Teladani KH Subchi
Bupati Temanggung Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pencoblosan Pilkades
Bupati Temanggung Pantau Penyisiran Karhutla Gunung Sumbing, Titik Api Dilaporkan Padam
Bupati Temanggung Tinjau Program Sekolah Kalih Ngaji, Ini Pesannya
Pemkab Temanggung Kucurkan Beasiswa Sarjana Rp900 Juta untuk Mahasiswa
Pemkab Temanggung Luncurkan Logo Hari Jadi ke-192

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Buka Muskab PMI Temanggung, Bupati Apresiasi Kolaborasi Penanganan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:58 WIB

H-1 Pencoblosan Pilkades Tinjau TPS, Bupati Temanggung Wajibkan Panitia Netral

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Bupati Temanggung Ajak Pemuda Teladani KH Subchi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Bupati Temanggung Ajak Warga Jaga Kerukunan Jelang Pencoblosan Pilkades

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Bupati Temanggung Pantau Penyisiran Karhutla Gunung Sumbing, Titik Api Dilaporkan Padam

Berita Terbaru