12 Sep 2026
instagram youtube tiktok linkedin pinterest

12 Sep 2026

Biaya Pemulangan Ditanggung Pemkab, Tiga Korban Kecelakaan Berau Dimakamkan di Campursalam

- Penulis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMANGGUNG – Suasana duka menyelimuti Desa Campursalam, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, Minggu (16/8) malam. Tangis keluarga dan warga pecah saat tiga peti jenazah korban kecelakaan maut di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tiba di rumah duka.

Ketiga korban yakni Slamet Riyanto, Wijiyanto, dan Faozan Ridlo. Ketiganya diketahui masih memiliki hubungan kekerabatan dan berangkat bersama menuju Kalimantan dengan niat mencari pekerjaan.

Namun, perjalanan untuk mengubah nasib keluarga itu berakhir tragis. Ketiganya meninggal dunia setelah kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di wilayah Kabupaten Berau pada Jumat (14/8).

Sebelum dipulangkan, jenazah ketiganya sempat disemayamkan di RSUD Abdul Rivai Berau. Persoalan biaya menjadi kendala bagi keluarga untuk membawa jenazah kembali ke kampung halaman.

Kondisi tersebut akhirnya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Temanggung. Pemkab Temanggung bersama Pemerintah Desa Campursalam membantu menanggung biaya pemulangan ketiga jenazah yang nilainya mencapai lebih dari Rp100 juta.

Berkat bantuan tersebut, ketiga jenazah akhirnya dapat diterbangkan dan dibawa kembali ke rumah duka di Campursalam.

Baca Juga:  Demo PMII Temanggung Berlangsung Adem, Bupati Agus Gondrong Nyanyi "Darah Juang" Bersama Mahasiswa

Setibanya di kampung halaman, ketiga jenazah langsung disholatkan sebelum kemudian dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, turut hadir di rumah duka. Ia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus mengapresiasi seluruh pihak yang ikut membantu proses pemulangan.

“Semoga almarhum meninggal dalam keadaan syahid karena tengah berjuang untuk menafkahi keluarga. Semoga segenap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran,” ungkapnya.

Kapela Desa Campursalam, Hanif Ra’is, mengatakan ketiga korban memilih merantau karena dorongan kebutuhan ekonomi. Mereka baru berangkat menuju perantauan sekitar satu pekan sebelum kecelakaan terjadi.

Menurutnya, ketiga korban meninggalkan keluarga dengan anak-anak yang masih membutuhkan perhatian dan pendidikan.

“Mereka meninggalkan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah, baik SD maupun SMP. Bahkan, korban Faozan meninggalkan balita yang masih berusia satu tahun,” tuturnya.

Hanif menambahkan, proses pemulangan sempat menghadapi kendala lantaran biaya yang cukup besar. Pemerintah desa mengaku tidak mampu menanggung seluruh kebutuhan tersebut hingga akhirnya meminta bantuan kepada Pemkab Temanggung.

Baca Juga:  Bupati Temanggung Dorong BUMD Tingkatkan Kinerja dan Kontribusi PAD

“Pemdes tidak dapat memenuhi seluruh biaya pemulangan jenazah, tetapi setelah kami meminta tolong Pak Bupati, alhamdulillah jenazah korban akhirnya dapat dibawa pulang,” ujarnya.

Sementara itu, Darus Ta’adi, tetangga korban, menyebut ketiganya baru pertama kali merantau ke Pulau Kalimantan. Mereka berencana bekerja di sebuah proyek penambangan di wilayah Kalimantan Utara.

Rencana tersebut muncul setelah sebelumnya terdapat dua warga dari lingkungan sekitar yang telah lebih dahulu bekerja di lokasi yang sama.

Di mata warga, ketiga korban dikenal sebagai sosok pekerja keras dan mudah bergaul. Kepergian mereka ke perantauan semula diharapkan menjadi jalan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Namun, takdir berkata lain. Niat mencari penghidupan justru berakhir dengan kepulangan dalam peti jenazah.

Kini, keluarga dan warga Campursalam hanya dapat mengiringi kepergian ketiganya dengan doa, sekaligus mengenang perjuangan mereka sebagai tulang punggung keluarga yang pergi merantau demi masa depan orang-orang tercinta.

Penulis : Gujjiih

Editor : Luthfi

Follow WhatsApp Channel temanggung.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Bupati Agus Gondrong Upayakan Fasilitasi Atlet Temanggung di POPDA Jateng
Pembatasan Tar-Nikotin Dikaji, BRIN Serap Aspirasi Petani Tembakau di Temanggung
Temanggung Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah, Dewan Persampahan dan FPK Dikukuhkan
Jemput Bola ke Temanggung, Imigrasi Wonosobo Permudah Urusan Paspor Jemaah Haji
Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Turunan Rujak Asem, Empat Orang Luka-luka
Festival Parenting Eco Print Temanggung Sedot Ribuan Peserta di Pikatan
Pemkab Temanggung Usulkan Tradisi Sadranan Kupat Sewu Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Pemkab Temanggung Galang Dana Kemanusiaan Peduli Bencana NTT

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:01 WIB

Bupati Agus Gondrong Upayakan Fasilitasi Atlet Temanggung di POPDA Jateng

Rabu, 2 September 2026 - 18:38 WIB

Pembatasan Tar-Nikotin Dikaji, BRIN Serap Aspirasi Petani Tembakau di Temanggung

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Temanggung Perkuat Gerakan Pengelolaan Sampah, Dewan Persampahan dan FPK Dikukuhkan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:03 WIB

Jemput Bola ke Temanggung, Imigrasi Wonosobo Permudah Urusan Paspor Jemaah Haji

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Kecelakaan Beruntun Tiga Kendaraan di Turunan Rujak Asem, Empat Orang Luka-luka

Berita Terbaru