TEMANGGUNG – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sejarah terlihat di kawasan Monumen Bambang Soegeng, Bukit Godek, sebelah timur Terminal Madureso, Kabupaten Temanggung, Jumat (25/9/2026).
Lebih dari 100 orang dari berbagai elemen masyarakat bergotong royong membersihkan kawasan monumen yang menjadi salah satu penanda sejarah perjuangan bangsa tersebut. Mereka datang membawa berbagai peralatan, mulai dari sapu lidi, sabit, mesin pemotong rumput hingga kantong plastik untuk mengumpulkan sampah.
Tak sekadar membersihkan lingkungan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan Letnan Jenderal (Purn) TNI Bambang Soegeng, tokoh militer yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Bupati Temanggung Agus Setyawan turut hadir dan ikut dalam kegiatan bersih-bersih tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat keberadaan Monumen Bambang Soegeng.
“Mari kita saling jaga bersama, rawat bareng-bareng Monumen Bambang Soegeng. Karena apapun ini beliau merupakan simbol perlawanan di era kemerdekaan. Maka kita berkewajiban kembali membersihkan monumen ini dan jangan sampai sejarah ini terputus,” ujar Agus.
Menurutnya, keberadaan monumen bukan hanya menjadi sebuah bangunan atau tempat yang memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi saat ini mengenai perjuangan para tokoh bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan.
Kegiatan gotong royong tersebut juga melibatkan berbagai komunitas dan unsur masyarakat, termasuk Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Inf Richie Fadly.
Bambang Soegeng sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh militer yang memiliki peran dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Ia pernah memimpin pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dalam menghadapi Agresi Militer Belanda I pada 1947 dan Agresi Militer Belanda II pada 1948 di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Sementara itu, pemerhati sejarah Overste Wawan Edi Setiawan mengatakan, Bambang Soegeng merupakan tokoh militer, perencana strategi sekaligus diplomat yang lahir di Tegalrejo, Magelang.
Bambang Soegeng juga tercatat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ketiga dalam sejarah Indonesia. Ia kemudian dimakamkan di Kompleks Monumen Pejuang RI yang berada di tepi Kali Progo, Temanggung.
Wawan menilai, merawat monumen merupakan salah satu bentuk sederhana kepedulian masyarakat terhadap sejarah.
“Kita juga harus peduli terhadap sejarah. Salah satu hal terkecil kepedulian yang bisa kita lakukan ya menjaga dan merawat kebersihan Monumen Bambang Soegeng ini,” katanya.
Aksi bersih-bersih tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gotong royong menjadi pengingat bahwa merawat peninggalan sejarah merupakan tanggung jawab bersama agar nilai perjuangan para pahlawan tetap dikenal dan dipahami oleh generasi berikutnya.
Dari Bukit Godek Temanggung, semangat itu kembali ditegaskan: membersihkan monumen bukan sekadar merawat sebuah tempat, tetapi juga menjaga ingatan tentang perjuangan bangsa agar tidak hilang ditelan zaman.
Penulis : Gujjihh
Editor : Luthfi







