TEMANGGUNG, DiengPost.com — Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Desa Nasional 2026 sebagai momentum untuk memperkuat semangat membangun desa yang mandiri dan berdaya. Hal ini disampaikan dalam pernyataannya di Temanggung, Kamis (15/1/2026).
“Di dalamnya terdapat nilai-nilai gotong royong, toleransi, hingga saling asah asih asuh yang menjadi fondasi sosial selama berabad-abad perjalanan bangsa ini,” ujar Agus.
Ia menegaskan bahwa peradaban desa telah lama menjadi fondasi berdirinya Nusantara, bahkan jauh sebelum kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Menurutnya, desa merupakan madrasah demokrasi yang sesungguhnya, karena praktik demokrasi telah hidup di tingkat desa sejak lama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dulu, masyarakat sudah memilih pemimpin secara demokratis, satu orang satu suara. Dari sana lahir pemimpin-pemimpin desa yang berdedikasi dan bertanggung jawab,” jelasnya.
Agus menyebut bahwa pemimpin desa sejati adalah mereka yang mampu mengayomi, melayani, dan menjadi teladan bagi masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai bentuk pengakuan negara terhadap eksistensi dan peran strategis desa.
“UU Desa bukan sekadar aturan, tapi bukti bahwa desa bukan lagi dipandang sebagai pinggiran, melainkan sebagai garda terdepan pembangunan nasional,” tegasnya.
Ia menutup dengan menekankan bahwa kekuatan bangsa Indonesia dimulai dari ketangguhan desa. Oleh karena itu, Hari Desa Nasional harus menjadi ruang refleksi dan penguatan peran desa dalam pembangunan.
Editor : A. Nandar
Sumber Berita: ANTARA











