21 Tahun Diduga Disekap, Anak PMI Asal Temanggung Terbang Temui Sang Ibu di Malaysia

- Penulis

Senin, 8 Desember 2025 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ricky Alvian akhirnya terbang ke Malaysia untuk menemui ibunya, Seni (47), pekerja migran asal Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, yang diduga mengalami penyiksaan di Malaysia.

i

Ricky Alvian akhirnya terbang ke Malaysia untuk menemui ibunya, Seni (47), pekerja migran asal Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, yang diduga mengalami penyiksaan di Malaysia.

TEMANGGUNG – Kisah haru datang dari Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Setelah penantian panjang, Ricky Alvian akhirnya terbang ke Malaysia untuk menemui ibunya, Seni (47), pekerja migran asal Dusun Letih, Desa Mergowati, Kecamatan Kedu, yang diduga mengalami penyiksaan oleh majikannya selama 21 tahun terakhir.

Keberangkatan Ricky bersama sepupunya, Lilin Triyanah, berlangsung pada Sabtu (6/12/2025) melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo. Mereka difasilitasi Pemerintah Kabupaten Temanggung, setelah keluarnya izin dari Kedutaan Besar Malaysia bahwa keluarga diperbolehkan menjenguk korban.

Baca Juga:  Gladi Lapang Tsunami BPBD Purworejo, Uji Kesiapsiagaan Warga Pesisir

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menjelaskan, keberangkatan Ricky menjadi momentum penting setelah dua dekade lamanya keluarga tak bertemu langsung dengan Seni.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah pihak Kedutaan Besar Malaysia memberikan izin, kami bantu fasilitasi keberangkatan mereka. Istri saya juga mendampingi menggunakan biaya pribadi karena izin dinas ke luar negeri belum keluar,” ujar Agus, Sabtu (6/12/2025).

Bagi Ricky, perjalanan ini tentu membawa perasaan campur aduk. Selama 21 tahun, ia hanya bisa mendengar kabar sang ibu tanpa bisa memeluknya.

Baca Juga:  21 Tahun Diduga Tak Digaji di Malaysia, Kisah Pilu PMI Asal Temanggung Akhirnya Terungkap

“Rasanya haru dan masih agak canggung. Sudah lama sekali tidak bertemu langsung dengan Ibuk. Semoga semuanya lancar dan bisa segera berkumpul kembali di rumah,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Pertemuan antara ibu dan anak yang terpisah dua dekade ini menjadi harapan baru, tidak hanya bagi keluarga Seni, tetapi juga bagi banyak keluarga pekerja migran Indonesia lainnya yang menantikan kabar serupa.

Penulis : Gujiih

Editor : A. Nandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel temanggung.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Keluarga Tewas di Glamping Posong Temanggung, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
SPPG Kertosari Salurkan CSR Alkes ke 21 Posyandu di Temanggung
Embung Geblog Diresmikan, Petani Temanggung Kini Tak Lagi Krisis Air
Gubernur Luthfi Resmikan Embung Geblog Temanggung, Dorong Ketahanan Pangan
Kreatif, Petugas SPPG di Temanggung Antar Makanan Bergizi dengan Kostum Warok
Gagal Bobol ATM di Kantor Kecamatan Kedu, Warga Temanggung Ditangkap Polisi
Perpanjang Masa Simpan Panen, Petani Temanggung Diperkenalkan Teknologi Plasma Ozon
Dinkopdag Temanggung Lakukan Tera Ulang, Tak Temukan Kecurangan SPBU

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 18:26 WIB

Satu Keluarga Tewas di Glamping Posong Temanggung, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:51 WIB

SPPG Kertosari Salurkan CSR Alkes ke 21 Posyandu di Temanggung

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:52 WIB

Embung Geblog Diresmikan, Petani Temanggung Kini Tak Lagi Krisis Air

Rabu, 25 Februari 2026 - 07:51 WIB

Gubernur Luthfi Resmikan Embung Geblog Temanggung, Dorong Ketahanan Pangan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 22:11 WIB

Kreatif, Petugas SPPG di Temanggung Antar Makanan Bergizi dengan Kostum Warok

Berita Terbaru