TEMANGGUNG – Senyum bahagia menghiasi wajah para pedagang kaki lima (PKL) di Taman Kuliner Pengayoman, Kabupaten Temanggung. Harapan yang selama bertahun-tahun mereka nantikan akhirnya mulai terwujud setelah Pemerintah Kabupaten Temanggung resmi memulai renovasi dan revitalisasi kawasan kuliner tersebut, Jumat (31/7/2026).
Revitalisasi ini disambut antusias para pedagang. Mereka optimistis wajah baru Taman Kuliner Pengayoman akan menjadi destinasi kuliner yang lebih menarik, sehingga mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung dan berdampak pada peningkatan pendapatan para pelaku usaha.
Salah seorang pedagang, Hendrawan, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah terhadap keberadaan para PKL. Menurutnya, fasilitas yang lebih baik akan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, semoga nantinya tempat ini benar-benar menjadi pusat kuliner yang ramai dan mampu menarik lebih banyak pengunjung. Terima kasih kepada pemerintah atas fasilitas baru ini. Semoga ke depan kesejahteraan pedagang semakin meningkat dan omzet kami ikut bertambah,” ujarnya usai menghadiri peletakan batu pertama pembangunan dan penataan pagar Pendopo Pengayoman Segmen D Pusat Kuliner Taman Pengayoman.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Tunjang. Ia menilai desain kawasan yang lebih terbuka akan membuat keberadaan sentra kuliner lebih mudah terlihat oleh masyarakat.
“Sebelumnya lokasi taman ini terasa cukup tertutup sehingga banyak orang tidak mengetahui ada pusat kuliner di sini. Dengan penataan baru, kami berharap pengunjung semakin ramai dan ekonomi pedagang ikut tumbuh,” katanya.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan menjelaskan bahwa revitalisasi Taman Kuliner Pengayoman merupakan bagian dari penataan kawasan Alun-alun, Pendopo Pengayoman, serta Citywalk di Jalan MT Haryono. Selain menjadi pusat kuliner, kawasan tersebut nantinya juga akan difungsikan sebagai ruang publik dan panggung hiburan masyarakat.
Menurut Agus, penataan kawasan diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
“Kita memulai dari Segmen D untuk memfasilitasi para PKL yang telah berjualan di sini sejak 2017, termasuk pedagang di sisi timur dan barat kawasan pendopo. Harapannya setelah proses relokasi selesai, dua ruas jalan tersebut bersih dari PKL sehingga masyarakat dapat menikmati kawasan yang lebih tertata. Di sisi lain, para pedagang memperoleh tempat usaha yang lebih nyaman dan mampu menjadi daya tarik baru bagi Kota Temanggung,” pungkasnya.
Penulis : Purnomo
Editor : Luthfi











