Perpanjang Masa Simpan Panen, Petani Temanggung Diperkenalkan Teknologi Plasma Ozon

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Temanggung memperkenalkan teknologi plasma ozon untuk perpanjang masa simpan panen, bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

i

Pemkab Temanggung memperkenalkan teknologi plasma ozon untuk perpanjang masa simpan panen, bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

TEMANGGUNG, DiengPost.com — Pemerintah Kabupaten Temanggung terus mendorong inovasi dalam penanganan pascapanen hasil pertanian. Salah satu upaya terbarunya adalah memperkenalkan teknologi plasma ozon untuk perpanjang masa simpan panen, bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Teknologi ini diperkenalkan kepada petani di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Rabu (21/1/2026).

Plasma ozon merupakan inovasi berbasis gas O₃ yang berfungsi sebagai disinfektan alami untuk membunuh mikroorganisme penyebab pembusukan dan menghilangkan residu pestisida. Teknologi ini dipasang pada sistem cold storage berkapasitas dua ton dan hanya membutuhkan waktu perendaman 5–10 menit untuk bekerja secara efektif.

Baca Juga:  Bupati Temanggung Dorong BUMD Tingkatkan Kinerja dan Kontribusi PAD

“Gas ozon ini mudah terurai menjadi oksigen, sehingga tidak meninggalkan residu berbahaya. Produk tetap segar hingga satu bulan, dengan kualitas nutrisi dan rasa yang terjaga,” jelas Guru Besar Ilmu Ekonomi Undip, Firmansyah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, teknologi ini juga mampu meningkatkan nilai jual produk. Hasil pertanian yang semula dijual Rp25 ribu, setelah melalui proses ozonisasi bisa dihargai hingga Rp50 ribu karena dianggap setara dengan produk organik.

Baca Juga:  Gladi Lapang Tsunami BPBD Purworejo, Uji Kesiapsiagaan Warga Pesisir

Bupati Temanggung Agus Setyawan menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya, teknologi ini dapat menjadi solusi bagi petani untuk menyimpan hasil panen saat harga pasar sedang rendah, dan menjualnya kembali ketika harga membaik.

“Dengan skema ini, pendapatan petani bisa lebih stabil. Produk tidak harus langsung dijual saat panen, tapi bisa disimpan dulu hingga harga menguntungkan,” ujar Bupati.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Temanggung berencana mengusulkan pengadaan alat plasma ozon melalui APBD 2026, khususnya untuk wilayah sentra hortikultura.

Editor : A. Nandar

Sumber Berita: Humas Pemprov Jateng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel temanggung.diengpost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam Petelur Temanggung Merugi hingga 35 Persen
Demo PMII Temanggung Berlangsung Adem, Bupati Agus Gondrong Nyanyi “Darah Juang” Bersama Mahasiswa
Satu Keluarga Tewas di Glamping Posong Temanggung, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
SPPG Kertosari Salurkan CSR Alkes ke 21 Posyandu di Temanggung
Embung Geblog Diresmikan, Petani Temanggung Kini Tak Lagi Krisis Air
Gubernur Luthfi Resmikan Embung Geblog Temanggung, Dorong Ketahanan Pangan
Kreatif, Petugas SPPG di Temanggung Antar Makanan Bergizi dengan Kostum Warok
Gagal Bobol ATM di Kantor Kecamatan Kedu, Warga Temanggung Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:06 WIB

Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam Petelur Temanggung Merugi hingga 35 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:36 WIB

Demo PMII Temanggung Berlangsung Adem, Bupati Agus Gondrong Nyanyi “Darah Juang” Bersama Mahasiswa

Senin, 1 Juni 2026 - 18:26 WIB

Satu Keluarga Tewas di Glamping Posong Temanggung, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:51 WIB

SPPG Kertosari Salurkan CSR Alkes ke 21 Posyandu di Temanggung

Rabu, 25 Februari 2026 - 12:52 WIB

Embung Geblog Diresmikan, Petani Temanggung Kini Tak Lagi Krisis Air

Berita Terbaru